percakapan dengan bintang


tetap disini saja, jangan kemana-mana


              tetap disini saja, jangan kemana-mana




“ sedang apa?” tanyamu. Ah suaramu sangat peka ditelingaku. Begitu cepat menyusup dirongga telinganya lalu menyusup pelan dijantungku. Membuatnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
“ sedang menulis surat..” begitu jawabku.
“ untuk siapa?”
“ untuk seseorang yang aku sayang…”
“ ahh ya?. Orang itu pasti bukan aku. tentunya.  tidak beruntung sekali dia.. hahaha.”  Ucapmu masih berdiri dihadapanku. Sambil bersedekap, menatap mataku dalam.
“ bagaimana jika orang yang tidak beruntung itu kamu?.”
“ jangan bergurau… “
“ bagaimana bila aku tak bergurau…?”
“ tidak akan mungkin,,,,”
“ bagaimana bila itu yang benar terjadi?. Akan kah kau membalas surat ini kelak?. Akankah kau mencintaiku sama seperti ku mencintaimu?”
“ tanpa harus membalas suratmu aku dapat  mencintaimu…”
“ huuuhh, ternyata kau pandai bergurau juga yah…”
“ tidak, aku sedang tidak bergurau…!”
“ oh yaa?. Lihat aku, siapa yang mau dengan perempuan sepertiku?. Teledor, tidak cantik, tidak manis, berulah,”
“ nyatanya aku memang tidak beruntung yah,,, kau tau?, aku tak beruntung karna dicintai perempuan sepertimu. Tapi apa kau tau?. Aku lah pria paling bahagia karna bisa mencintai orang yang tak berpura-pura menjadi orang lain didepan seseorang. Aku pria itu. Pria yang mencoba mencintai setiap bagian kekuranganmu, keanehanmu.”

*sedang bermimpi kau akan mengucapkan kalimat-kalimat manis itu suatu saat nanti. Entah kapan, tapi aku tetap berharap.
#Sedang memutar : katty pery – the one that’s got away..

rumah kecil




aku ingin hidup dirumah itu!

aku ingin hidup dirumah itu!






Sebuah rumah memiliki fungsi sebagai tempat untuk bernaung
Berlindung dari hujan dan panas, tempat untuk beristirahat,
Dan tentu saja tempat untuk kembali pulang.
Kini aku sedang mencoba…
Mencoba menjadi sebuah rumah kecil
Tidak perlu mewah.
Hanya perlu beratap, untuk melindungimu dari hujan dan panas.
Dan juga bertembok yang kokoh supaya dapat
Menopang atapnya.

Rumah kecil ini juga harus memiliki pintu
Supaya kau dapat masuk ke
dalamnya.
Tak perlu terbuat dari ukiran kayu jepara
Cukup dapat dibuka dan ditutup kembali
Dan juga memiliki kunci agar cintaku
Tak hilang lari bersama tamu yang datang dan pergi

Rumah ini punya dapur, tak perlu mewah
Cukup ada satu lemari es,
Kompor gas, juga perlatan memasak.
Aku ingin kau menjadi partnerku
Untuk memasak, orang yang akan mencicipi masakanku
Yang mungkin terlalu banyak garam.
Atau orang yang akan menangkap botol kecap yang aku jatuhkan
Atau mungkin partner untuk membantuku memasang tabung gas
Karna jujur saja aku takut jika tabung itu meledak.
Karna kau tau aku seorang yang teledor.

dirumah kecil ini ada sebuah teras kecil,
Tak perlu ada banyak kursi,
Cukup dua kursi dan satu buah meja bulat kecil
Untuk kita duduk berdua setiap sore
Sambil menikmati secangkir teh
Dan sepiring pisang goreng coklat buatanku
Berdua, sambil menertawakan awan..

Tidak perlu bertingkat, cukup rumah kecil
Sederhana, namun menyimpan kehangatan
Disetiap sudut ruangnya.

Aku ingin jadi rumah untukmu.
Mengapa?
Karna aku ingin melindungimu dari
Mereka yang mencoba menyayat lengkungan di bibirmu.
Aku ingin kau bisa bersandar bila kau lelah.

Dan yang terpenting adalah
Aku ingin menjadi tujuan utama
Untuk kembali…
Persinggahan terakhir setelah pergi dari
Tempat terjauuh sekalipun.
Tempat terakhir setelah
Kau lelah berpetualang
Mengejar cinta, cita, dan kebahagiaan

Aku ingin menjadi bagian
dari semua kebahaginmu
seseorang yang akan kau tularkan senyum
saat kembali pulang…

akulah Rumah kecil dan sederhana
tempatmu  untuk kembali pulang….



my new templetes blogger.


pertama-tama mau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya sama @asmaismi asmaismi.blogspot.com yang sudah membantu saya mengganti templete blogger, dengan sabarnya *mmmm harusnya gue siih yang bersabar hampir 3 jam sama orang yang gabisa diem kaya dia*
pertama-tama mau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya sama @asmaismi asmaismi.blogspot.com yang sudah membantu saya mengganti templete blogger, dengan sabarnya *mmmm harusnya gue siih yang bersabar hampir 3 jam sama orang yang gabisa diem kaya dia*
yakin deh kalo boleh nelen orang udah gue telen dari tadi... hahaha.

eh gue mojok loh sama asmaismi dari ujannya deres sampe matahari nongol lagi. dari mule cerita bambang sampe cerita endang. *ini gue nulis apasih?*

enggaaa sebenernya gue cuma lagi seneng aja akhirnya templete blogg gue bs keganti. *narinari*

sebenernya gue kangen banget sama blog gue, tapi apa daya yah, tugas menumpuk *asiiik*
ah udaah mau lanjut bikin makalah lagi sama asmaismi,
see you yaaaaaa....

galaau -_-


Aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan entah untuk yang ke berapa kalinya hari ini.


Aku menghela nafas panjang
dan menghembuskannya perlahan
entah untuk yang ke berapa kalinya hari ini.

Wajahnya yang pahit masih menghantuiku sampai detik ini.

Aku melongok keluar jendela,
berharap ada kamu dengan senyum gilamu
yang tak pernah tau malu.
Tapi nyatanya tak ada.
Aku merebahkan tubuhku yang berlebihan ini
lalu menghela nafas satu, satu dan menghembuskannya pelan.

Dan aku simpulkan aku sedang galau.
Temanku berkata “jangan suka galau nanti cepet tua”
Lalu aku tertawa kecil, tertawa yang kecut.

Aku menghela nafas lagi, kai ini yang paling panjang
Lalu menggerutu dalam hati.
“ kapan aku bisa cantik?”
“ kapan kamu bisa liat aku disini?, disampingmu?”
Dan aku menyimpulkan aku sedang tidak bersyukur.

Lalu aku bertanya, apa yang membuat seseorang cantik?
Apa mungkin namanya?
Seseorang berkata padaku, “ orang yang bernama amalia biasanya jelek”
Dan kau tau namaku adalah amalia.

Aku menyibak gorden jendela kamarku
Berharap hujan turun lebih deras supaya airnya
Mampu menyapu semua gundah yang ada.

Aku kembali menengadahkan kepala
Mencoba menatap langit-langit kamarku
Langit-langit ini selalu saja putih.
Tapi hampir setiap malam langit-langit ini selalu menampakkan wajahmu
Seseorang yang tak tau malu, yang aku sayangi.

Kau tau aku terlalu mudah jatuh cinta
Tapi aku tak mudah untuk mengatakan aku sayang
Dan sekarang kau sudah mengambil hatiku,
Tapi kau malah meninggalkannya sendirian di halte bus.

Kau tau?,
Aku sudah terlalu lelah menunggu
Terlalu lelah jatuh cinta
Terlalu lelah bila harus tau bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan.
Dan aku mulai bosan mendengar pernyataan bahwa,
“ semuanya akan indah pada waktunya”